Home » Info & Berita » Catatan Produksi Kopi Lintong

Catatan Produksi Kopi Lintong

lintong

Berbicara tentang kopi Lintong harus dimulai dari Kopi Indonesia secara keseluruhan.

Indonesia adalah negara ke-4 terbesar produsen kopi dunia di tahun 2014. Sejarah Kopi Indonesia dimulai pada kolonial Belanda, dan sejak itu sudah menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia. Indonesia terletak di daerah yang sangat ideal untuk perkebunan kopi, di daerah ekuator dengan jumlah area pegunungan yang luas di pulau-pulaunya, sehingga menciptakan iklim mikro yang tepat untuk pertumbuhan dan perkebunan produksi kopi.

Indonesia memproduksi sekitar 540.000 metrik ton kopi di tahun 2014. Dari total ini, 154.800 ton dibutuhkan untuk memenuhi konsumsi dalam negeri pada tahun 2013/2014. Secara umum, kopi Indonesia memiliki keasaman yang rendah dan body yang kuat, sehingga sangat cocok digunakan untuk blending dengan kopi-kopi dari Amerika Tengah dan Afrika.

Kopi dari daerah paling barat Indonesia sangat menarik dan kompleks, karena biasanya kopi di produksi oleh banyak petani mikro (1 hektar), serta proses kopi yang khas “gilling basah”. Green bean dari area ini mempunyai karakter yang khas, yakni warna yg agak bluish (kebiru-biruan), karena metode proses serta kurangnya kandungan besi di tanah. (sumber:wikipedia)

Kopi dari Sumatera dikenal smooth, sweet body that is balanced and intense. Untuk flavorsnya, ada sentuhan cocoa, tobacco, smoke, earth, dan wood. Kadang-kadang, kopi Sumatra bisa memberi keasaman yang lebih tinggi, dengan tropical fruit notes like grapefruit dan lime.

Kopi Lintong ditanam di daerah Lintong Nihuta, barat daya Danau Toba. Danau Toba adalah yang terdalam di dunia, dengan kedalaman 505 meter. Daerah produksi adalah plateau yang tinggi, dan mempunyai spesis pohon yang banyak. Area ini memproduksi 15 ribu sampai 18 ribu ton kopi arabica per tahun.

Di luar negeri, kopi lintong lebih dikenal dengan nama Sumatra Blue Batak dan Sumatra Ulos Batak.