Home » Info & Berita » Kenikmatan Kopi Lintong Diakui di Ajang Food Taipei

Kenikmatan Kopi Lintong Diakui di Ajang Food Taipei

kopi lintong-petani

Kenikmatan dan keharuman kopi Lintong dari Sumatra Utara tak hanya semerbak di Indonesia. Di luar negeri, kopi dari Tapanuli ini mendapat pengakuan luar biasa. Pada pameran Food Taipei, yang digelar di Taiwan World Trade Center, Taipei, belum lama ini, kopi Lintong begitu diminati.

Hal ini dikatakan Ketua KSU POM Humbang Hasundutan Gani Silaban dan Steffanus Sihombing selalu Executif Direktur PT Santama Arta Nami, yang diundang Kantor Dagang dan Ekonomi KDEI Taipei untuk berpartisipasi sebagai peserta Food Taipei.

“Kita sudah mengikuti kegiatan ini untuk ketiga kalinya, kita dengan 1.642 peserta yang menempati 3.920 booth dari 36 negara, antara lain Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, China, Indonesia, USA, Vietnam, German, Poland, Paraguay, Netherland, Bosnia dan India,” ujarnya seperti diberitakan MedanBisnis.

Gani mengatakan, cukup mengharukan sambutan pengunjung, bahwa paviliun Indonesia yang dibuka Kepala KDEI Arief Fadillah yang juga menjabat sebagai duta besar berkuasa penuh di Taiwan. Bersama sama dengan 12 pengusaha eksportir produk makanan dan minuman dari Indonesia yang sudah go internasional.

Gani mengatakan, bahwa KDEI berpartisipasi pada pameran Food Taipei 2014 yang diikuti 16 perusahaan makanan dan minuman Indonesia dan memperoleh transaksi sebesar USD 4.172.120 serta dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung. Dengan ikut sertanya produk kopi Lintong dengan kemenyan, transaski produksi bubuk kopi akan lebih besar ke depannya.

“Pada kondisi saat ini, cenderung permintaan produk perikanan dan kopi oleh buyer. Agar intens mempromosikan produk produk. Pada kesempatan itu, juga pihak KDEI mengundang para buyer mengunjungi paviliun Indonesia, di antaranya asosiasi produk makanan dan minuman Taiwan, asosiasi importir dan eksportir Taipei, asosiasi importir dan eksportir New Taipei City, Taiwan Chambers of Commerce (CIECA), Taiwan Coffee Association, dan TAITRA,” katanya.

Steffanus Sihombing menambahkan, kegiatan itu merupakan kerja sama dengan berbagai pihak, merupakan salah satu impian dari masyarakat Humbahas untuk mengangkat produk unggulan Humbahas dan produk unggulan lainya sekawasan Danau Toba ke pasar internasional.

“Kopi Lintong ibarat mutiara yang terpendam. Banyak produk unggulan dari kawasan Danau Toba tidak bisa dikenal masyarakat dunia, karena tidak ada akses langsung ke pembeli dan konsumen, melalui perusahaan kami dan kemitraan ke koperasi petani, sangat berpeluang untuk menembus pasar internasional,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*